Total Tayangan Halaman
Rabu, 20 November 2013
Awalnya Depok merupakan sebuah dusun terpencil ditengah hutan belantara
dan semak belukar. Pada tanggal 18 Mei 1696 seorang pejabat tinggi VOC, Cornelis Chastelein,
membeli tanah yang meliputi daerah Depok serta sedikit wilayah Jakarta
Selatan, Ratujaya dan Bojonggede. Chastelein mempekerjakan sekitar
seratusan pekerja. Mereka didatangkan dari Bali, Makassar, Nusa Tenggara
Timur, Maluku, Jawa, Pulau Rote serta Filipina.
Tahun 1871 Pemerintah Belanda mengizinkan daerah Depok membentuk Pemerintahan dan Presiden sendiri setingkat Gemeente (Desa Otonom).
Nama depok tercipta karena dahulu cornelis inggin menyebar luaskan agama nya yaitu keristen kepada pekerjanya lewat padepokan kristiani padepokan ini bernama DeEerste Protestante Organisatie van Christenen, Disingkat Menjadi DEPOK Dan itulah nama depok berasal Sampai saat ini, keturunan pekerja-pekerja Cornelis dibagi menjadi 12 Marga. Adapun marga-marga tersebut adalah :
- Jonathans
- Laurens
- Bacas
- Loen
- Soedira
- Isakh
- Samuel
- Leander
- Joseph
- Tholense
- Jacob
- Zadokh
- Jonathans
- Laurens
- Bacas
- Loen
- Soedira
- Isakh
- Samuel
- Leander
- Joseph
- Tholense
- Jacob
- Zadokh
Tahun 1871 Pemerintah Belanda mengizinkan daerah Depok membentuk Pemerintahan dan Presiden sendiri setingkat Gemeente (Desa Otonom).
Keputusan tersebut berlaku sampai tahun
1942. Gemeente Depok diperintah oleh seorang Presiden sebagai badan
Pemerintahan tertinggi. Di bawah kekeuasaannya terdapat kecamatan yang
membawahi mandat (9 mandor) dan dibantu oleh para Pencalang Polisi Desa
serta Kumitir atau Menteri Lumbung. Daerah teritorial Gemeente Depok
meliputi 1.244 Ha, namun dihapus pada tahun 1952 setelah terjadi
perjanjian pelepasan hak antara Pemerintah RI dengan pimpinan Gemeente
Depok, tapi tidak termasuk tanah-tanah Elgendom dan beberapa hak
lainnya.
Langganan:
Postingan (Atom)
